Senin, 21 Oktober 2013

Strategi Bisnis Tanpa Modal

Konsnyasi, Strategi Bisnis Tanpa Modal
Kadangkala kita temui pelaku usaha yang memiliki toko yang jika ditinjau dari lokasi bisnis memiliki tempat yang strategis namun sepi pembeli. Hal ini bisa saja terjadi karena sedikitnya ragam barang yang tersedia di toko tersebut. Yang mengakibatkan pengunjung yang sudah masuk kecewa dan keluar tanpa membeli. Sedikitnya ragam barang pelaku usaha tersebut bisa disebabkan oleh terbatasnya modal untuk membeli barang. Padahal dalam praktik ritel sering digunakan prinsip, "Setiap orang yang masuk toko, keluarnya harus membawa barang yang dibelinya".

Berikut terdapat beberapa strategi yang dapat pelaku usaha gunakan untuk pengadaan barang tanpa modal, yaitu :
  • Pembelian barang dari pemasok dilakukan dengan utang. Jadi Anda tidak perlu tunai untuk membayar pasokan barang. Untuk utang ini, mintalah negosiasi dengan pemasok untuk jangka waktu yang panjang. Minimal 1 bulan, kalau bisa 2 bulan atau 3 bulan. Jika ada beberapa tagihan, negosiasikan dengan pemasok untuk bayar secara berurutan tidak serentak. Misal dari pemasok A, kita punya 3 nota yang jatuh tempo. Pada waktu pembayaran, kita bisa minta bayar 1 atau 2 nota dulu (cari yang jatuh tempo lebih dulu). Lalu bilang untuk nota ke-3 kita bayar saat pemasok datang lagi. Taktik ini untuk mengatur modal kita yang terbatas. Memang tujuan kita memperpanjang tempo pembayaran dan sama sekali tidak ditujukan untuk tidak membayar hutang. Dengan taktik pembayaran barang ke pemasok secara hutang dan pembayaran secara bertahap bisa sedikit mengatasi keterbatasan modal.
  • Lakukan pembelian dengan konsnyasi. Pembelian konsnyasi berarti kita bayar ke pemasok kalau barang dagangan telah laku terjual. Disini kita minta pemasok menitipkan barang dagangannya ke kita.  Dalam buku "Rahasia Sukses Toko Tionghoa", disebutkan bahwa keluarga penulis, Istijanto Oei, melakukan taktik tersebut ketika membuka toko elektronik pertama kali. Waktu itu, pemasok (saleman barang elektronik) dipanggil untuk mau menitipkan barang dagangannya. Para salesman ini bersedia menitipkan barang dagangannya dengan pembayaran jika sudah dibeli. Banyak juga penjual mobil bekas yang dealernya memiliki banyak mobil seken bukan karena modalnya besar karena hasil titipan pemilik mobil yang minta dijualkan.
  • Hampir sama dengan cara kedua namun bekerjasama dengan toko sepatu lain untuk menitipkan barang dagangan. Jadi yang menjadi pemasok barang dagangan adalah pesaing kita. Mereka memiliki barang namun tidak laku karena lokasi tokonya yang tidak strategis. Hubungi para toko mereka dan ajak mereka untuk menitipkan barang dagangan ke toko Anda. Tentu saja disini Anda meminta harga yang murah karena mau dijual kembali dan gunakan sistem konsnyasi.
  • Masih dengan sistem konsnyasi, lakukan kerjasama dengan penjual on line yang tidak memiliki toko untuk menjual barang dagangannya. Anda bisa menghubungi mereka untuk menawarkan kerjasama konsnyasi.
  • Lakukan sistem pesan, bayar dimuka. Taktik ini bisa dijalankan untuk mengatasi keterbatasan stok barang dagangan ditoko Anda. Caranya, jika pembeli menginginkan produk lain yang tidak ada di toko Anda bisa menawarkan untuk pemesanannya.  Disini Anda bisa meminta uang muka dari pembeli dengan jumlah yang mencukupi. Dengan cara ini, keterbatasan ragam barang di toko Anda menjadi terpecahkan.
  • Lakukan negosiasi hak retur untuk barang dagangan yang kurang atau tidak laku. Degan cara ini maka barang yang kurang atau tidak laku akan dikembalikan dan ditukar dengan produk lain. Ada pemasok yang bersedia dan ada yang tidak mau dengan kebijakan retur. Jika taktik ini berhasil maka ragam di toko Anda menjadi banyak dan semakin bervariasi. Silahkan diterapkan strategi diatas untuk mengatasi keterbatasan ragam barang di toko Anda.
Sumber : Peluang Usaha

Share/Bookmark

Artikel Terkait Wirausaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;