Rabu, 16 Oktober 2013

Tren Photo Booth Sebagai Suvenir

Photo booth
Beberapa tahun yang lalu, photo booth menjadi salah satu usaha yang berbasis fotografi dan desain grafis yang naik daun. Awalnya photo booth hanya dijalankan di beberapa studio foto besar ataupun mini studio foto yang ada di mal-mal. Namun, saat ini tren photo booth  kembali booming dengan mengusung konsep yang berbeda. Konsep yang diusung photo booth beberapa diantaranya adalah photo booth untuk pameran, launching produk, event, kumpul reuni, hingga acara pernikahan. Sifatnya yang instan, hasil foto yang cepat didapat serta konsumen bisa menambahkan aplikasi-aplikasi unik pada foto membuat usaha ini semakin populer.

Strategi Marketing

Dalam mengembangkan sebuah bisnis, pemasaran merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Karena menyasar ruang lingkup event, maka pemasaran yang tepat untuk mempromosikan usaha photo booth ini adalah menjalin kerjasama dengan berbagai wedding organizer (WO) dan event organizer (EO). Dengan mendekati pihak-pihak tersebut merupakan strategi usaha yang paling efisien karena mereka sudah memiliki jaringan yang luas dan mampu membuat usaha kita dikenal.
Strategi lain yang perlu juga dilakukan adalah dengan mengikuti berbagai pameran khususnya wedding exhibition. Di pameran pernikahan tidak sembarang pengunjung yang datang. Mereka pastinya tengah menyiapkan acara pernikahan. Dan disitulah kita masuk, dengan menawarkan konsep photo booth yang unik dan menarik.

Frame Unik hingga 3D

Karena target pasar photo booth yang dijalankan berbeda dengan usaha photo booth yang ada di mal, maka konsep yang ditawarkan pun harus berbeda. Hasil foto dapat dibuat 3D dan kemudian dikemas dengan frame unik maupun frame yang dapat dipesan oleh klien, sehingga memberikan hasil akhir foto yang terkesan eksklusif dan mewah.

Keterampilan

Meskipun terlihat mudah, usaha ini membutuhkan keterampilan dan skill yang menghasilkan art dan estetika dalam produk akhirnya. Pelaku usaha photo booth harus bisa mengoperasionalkan program desain grafis dan pengeditan foto. Hal ini dimaksudkan agar foto yang dihasilkan akan terlihat bagus serta memberikan efek desain yang bagus. Bila pelaku usaha tidak bisa, maka pelaku usaha harus bekerja sama dengan orang yang memiliki 2 skill tersebut.

Modal

Usaha photo booth memang dijalankan dengan modal yang cukup besar, tetapi tidak juga mahal. Modal usaha yang harus dimiliki oleh pelaku usaha ini adalah kamer, laptop, dan printer. Ditambah berbagai properti foto seperti mainan hingga boneka. Namun, mengenai omset yang didapat terbilang besar. Hal ini dikarenakan biaya operasional yang dikeluarkan pelaku usaha ini tidak besar. Cukup kertas foto, biaya frame, tinta printer, serta gaji karyawan. 

Simulasi Usaha

Peralatan Dan Promosi Awal



Komputer / Laptop Rp 5.000.000,00
Kamera Rp 7.000.000,00
Printer Rp 3.000.000,00
Properti  /perlengkapan foto  Rp 1.000.000,00
(boneka, mainan, aksesoris, dll)

Biaya promosi Rp 1.000.000,00
Jumlah Rp 17.000.000,00



Pengeluaran Per Bulan



Kertas foto Rp 2.000.000,00
Gaji karyawan 2 orang Rp 4.000.000,00
Telepon, listrik, transportasi, dll Rp 2.000.000,00
Jumlah Rp 8.000.000,00

Dari perhitungan usaha di atas, modal awal yang harus dikeluarkan untuk membangun usaha jasa penyewaan photo booth untuk even sebesar Rp 25.000.000,00. Jika dalam 1 bulan mampu mendapatkan minimal 4 klien dengan tarif sewa Rp 5.000.000,00 per event. Maka pendapatan per bulan dapat diproyeksikan :

Omset Rp 20.000.000,00
Pengeluaran per bulan Rp 8.000.000,00
Keuntungan bersih (60%) Rp 12.000.000,00



Return On Investment (balik modal) setelah 2,5 bulan.

Sumber : Peluang Usaha

Share/Bookmark

Artikel Terkait Ide Usaha

1 comments:

photo booth souvenir jakarta mengatakan...

sangat menarik... dan BEP yang kami rasa cukup singkat....

Posting Komentar

 
;