Selasa, 23 Juli 2013

Rahasia Membangun Merek



Merek
Merek atau brand adalah kata yang melekat di benak konsumen tentang suatu produk baik barang ataupun jasa. Terkesan sederhana, namun apabila merek suatu produk memiliki kualitas yang telah diakui akan selalu mendatangkan konsumen baru dan menjadikan konsumen lama menjadi pelanggan yang setia.

Untuk membangun sebuah merek menjadi terkenal dan diakui oleh konsumen memerlukan proses yang panjang. Satu atau dua tahun bisa jadi tidak cukup untuk memperkenalkan merek produk atau jasa ke publik. Meskipun untuk beberapa kasus media social sangat berperan untuk mempercepat sebuah merek menjadi terkenal.

Umumnya pebisnis pemula mengalami kesulitan untuk membangun sebuah merk. Permasalahannya antara lain dalam hal pemilihan nama merek, logo merek, dan kesesuaian merek dengan produk atau jasa yang ditawarkan serta cara membuat merek agar tetap diingat oleh banyak orang. Agar sebuah merek produk barang atau jasa mudah dikenali dan diingat oleh banyak orang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Mudah diingat

Merek yang mudah diingat oleh banyak orang tidak harus menggunakan bahasa asing. Anda bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Kadangkala nama merek yang menggunakan bahasa daerah lebih mudah diingat dan identik dengan daerah terkait. Misalnya, merek cokelat Monggo yang diambil dari bahasa jawa. Produk cokelat Monggo berasal dari kota Yogyakarta. Begitu menyebut nama cokelat Monggo, yang terpatri dipikiran orang banyak adalah sepotong cokelat dari kota Yogyakarta.

Unik dan lucu

Jika cukup percaya diri dan menginginkan nama merk yang berbeda, Anda bisa menggunakan istilah yang tidak biasa. Misalnya Chocodot. Barangkali Anda bingung ketika pertama kali mendengar nama Chocodot. Namun ketika melihat produknya, Chocodot merupakan dodol Garut yang memiliki rasa cokelat.

Perhatikan makna

Menciptakan sebuah merek tidak boleh asal. Nama tertentu yang terdengar unik bisa jadi bermakna negatif didaerah atau Negara lain. Agar aman, Anda bisa menggunakan nama sendiri menjadi sebuah merek. Contohnya adalah jaringan restoran Ayam Goreng Nyonya Suharti.

Logo sesuai

Setelah membuat nama merek, Anda perlu membuat logo merek. Sebuah merek tanpa logo tidak cukup membuat banyak orang  untuk selalu terngiang akan produk Anda. Terkadang orang lebih mudah menghafal sesuatu dalam bentuk gambar dibandingkan kata. Misalnya, logo tas Chanel yang berbentuk dua huruf C yang saling bertolak belakang atau satwa patung Jaguar yang identik dengan mobil merk Jaguar.

Cermati target pasar

Setelah membuat merek dan logo merek produk Anda, sesuaikan pula dengan target pasar Anda. Jika target pasar adalah anak muda, hindari penggunaan kata atau logo kuno yang kurang diminati. Lebih baik pilih logo dan merek yang terkesan dinamis dan futuristic.

Daftarkan merk

Menentukan sebuah nama merek bukan perkara yang mudah. Tidak banyak orang yang tahu bahwa serial terkenal Harry Potter yang berasal dari Inggris mendapat tuntutan dari penulis asal Amerika Serikat yang pernah menulis cerita yang hampir sama dengan judul Larry Potter. Meskipun gugatan dimenangkan oleh JK Rowling selaku penulis Harry Potter, tentunya Anda tidak ingin kejadian seperti ini terjadi. Oleh karena itu, pastikan nama merk Anda belum pernah digunakan orang lain dan daftarkan untuk mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk memperoleh payung hukum dan mengantisipasi munculnya produk-produk serupa dengan nama yang sama.  

Sumber : Kompas

Share/Bookmark

Artikel Terkait Wirausaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;