Senin, 01 April 2013

Wahyudin, Pemulung Yang Lulus S1

Pemulung identik dengan pekerjaan kotor, jorok, dan sampah. Namun tidak begitu bagi Wahyudin, seorang pemuda yang mempunyai harga diri, tidak mau dikasihani, dan pantang menadahkan tangan. 

"Biar saya pemulung saya masih punya harga diri, nggak mau meminta belas kasih seseorang. Karena saya yakin mimpi dibareng usaha dan doa akan jadi kenyataan," ujar Wahyudin saat berbincang-bincang di rumah orang tuanya, Kampung Kalimangis, Gang Lame, Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (01/3/2013).


Menurutnya, pemulung bukanlah pekerjaan yang hina. Dan ia juga menunjukkan bahwa dengan menjadi seorang pemulung, ia bisa berpendidikan tinggi.

"Seorang pemulung bisa berkarya. Bukan berarti kita memungut sampah terus kita harus minder, justru kita harus maju. Dengan kita berpendidikan kita bisa memberi manfaat untuk lingkungan sekitar," ujar lelaki yang menunggu wisuda sebagai sarjana ekonomi di Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka), Jakarta Selatan, ini.

Terkadang Wahyudin juga menyisihkan uangnya untuk membantu menopang hidup keluarga. Kini, Wahyudin sudah berhasil melalui sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.

Sumber : detik.com


Share/Bookmark

Artikel Terkait Inspirasi

0 comments:

Posting Komentar

 
;