Rabu, 24 April 2013

Pedagang Bakso

Pedagang Bakso
Seperti halnya pedagang mie ayam, pedagang kaki lima yang menjual bakso juga mudah kita temui hampir disetiap tempat yang kita singgahi. Inilah yang sebabnya bakso termasuk produk pasaran karena banyak dijual dan dijumpai di pasaran. Seperti tempe, meski dimakan setiap hari, tetap tidak membosankan.

Bahkan ada seorang penggemar makanan bakso yang fanatik, rela berburu bakso hingga berbagai tempat. Dari bakso yang dijual di tepi jalan hingga bakso yang dijual direstoran. Banyak juga orang yang sedang malas makan, namun karena butuh makan maka yang dicari adalah pedagang bakso.
Pada waktu jam istirahat juga banyak orang yang mencari bakso sebagai menu makanannya. Bakso dicari tidak hanya oleh orang yang sedang lapar, namun orang yang sudah kenyang pun kadang masih ingin untuk makan bakso. Maka, menu bakso yang dipilih pun adalah bakso kosongan; bakso yang tidak diberi mie, hanya diberi bakso saja. Karena itulah, bisnis usaha menjadi pedagang bakso tetap memberikan peluang yang bagus.

Memulai Usaha

Beberapa persiapan yang dapat dilakukan untuk memulai usaha menjadi pedagang bakso :
  • Mengetahui ilmu membuat bakso yang enak. Hal ini dapat dilakukan dengan belajar melalui buku, internet, maupun langsung kepada pengusaha bakso yang telah terkenal enak dalam membuat bakso.
  • Menyiapkan peralatan untuk membuat bakso beserta perlengkapan dan pemasarannya.
  • Menentukan strategi pemasaran bakso, hendak dijual menggunakan gerobak keliling atau hendak mangkal di suatu tempat.

Hambatan Usaha

Menjalankan usaha sebagai pedagang bakso hampir tidak ada hambatan yang ditemui kecuali isu masalah formalin dan bakso yang menggunakan daging tikus. Seperti halnya kisah seorang pedangang bakso yang bernama Pak Santoso, ia sampai menjual mobil pribadinya untuk menutupi kerugian akibat baksonya tidak laku. Hal ini terjadi ketika isu formalin dan bakso yang menggunakan daging tikus sedang merebak. Namun dengan kesabaran dan kegigihannya, hal ini semua dapat dilaluinya.

Strategi Usaha

Untuk meningkatkan penjualan bakso dengan kondisi persaingan yang ketat, ada beberapa strategi usaha yang dapat dilakukan :
  • Mencari lokasi usaha yang strategis.
  • Membuat bakso yang enak sehingga konsumen setia untuk selalu membeli bakso anda. Produk bakso yang baik dan berkualitas akan selalu dicari oleh pelanggan.
  • Memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada konsumen.
  • Merekrut pegawai yang mempunyai komitmen untuk menjaga mutu produk.
  • Bila telah yakin dengan kualitas dan rasa makanan, maka kita siap untuk bersaing dengan harga. Jika konsumen telah percaya dengan kualitas produk dagang kita, maka bukan anda yang mencari konsumen, namun konsumen yang mencari anda.
  • Bahan baku membuat bakso adalah daging. Maka, carilah daging bakso yang berkualitas baik. Jika perlu, datang langsung ke peternak sapi. 
 Bagaimana ciri-ciri untuk daging sapi berkualitas baik :
  • Kalau dipegang, dagingnya kering. Sedangkan daging glonggongan biasanya sedikit basah.
  • Daging sapi yang masih segar biasanya berwarna merah darah dan cerah. Jika daging telah lebih dari 1 hari, biasanya warnanya sudah tidak cerah lagi.

Simulasi Usaha

Modal Awal

Gerobak untuk jualan 1 buah Rp 1.000.000,00
Kompor gas 1 pasang Rp 200.000,00
Tabung gas kecil dan isi 1 buah Rp 160.000,00
Panci besar (masak bakso) Rp 1.000.000,00
Mangkok Rp30.000,00/lusin Rp 120.000,00
Sendok Rp25.000,00/lusin Rp 100.000,00
Saringan bakso Rp 20.000,00
Saringan sayur Rp 15.000,00
Meja panjang 3 buah @ Rp500.000,00 Rp 1.500.000,00
Bangku panjang 6 buah @ Rp100.000,00 Rp 600.000,00
Jumlah Rp 4.715.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 4.715.000,00 - Rp 1.000,00) : 4 = Rp 1.178.500,00 per tahun atau sama dengan Rp 98.208,00 per bulan.

Perlengkapan

Kantong plastik Rp 50.000,00
Plastik Rp 80.000,00
Gas (5 x Rp 14.000,00) Rp 70.000,00
Payung Rp 50.000,00
Jumlah Rp 250.000,00

Bahan Baku

Daging 2,5 kg (50 porsi) Rp 56.000,00/kg Rp 140.000,00
Sambal (bahan-bahan) Rp 15.000,00
Kecap 2 botol @ Rp 8.000,00 Rp 16.000,00
Saos 2 botol @ Rp 2.500,00 Rp 5.000,00
Mie yang sudah jadi 3 kg (50 porsi) Rp 25.500,00
Sayur (sawi dan lain-lain)   Rp 6.000,00
Bumbu (merica, pala, dll) Rp 10.000,00
Jumlah Rp 217.500,00

Perhitungan Laba/Rugi per bulan

Pendapatan (50 porsi x 30 hari x Rp 6.000,00) Rp 9.000.000,00

Biaya-Biaya

Biaya bahan baku Rp 6.525.000,00
Biaya perlengkapan Rp 250.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 98.208,00
Biaya lain-lain Rp 200.000,00
Jumlah Rp 7.073.208,00
Laba bersih Rp 1.926.792,00

Sumber : 99 Bisnis Modal < Rp 10 juta


Share/Bookmark

Artikel Terkait Ide Usaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;