Jumat, 26 April 2013

Berbisnis Di Dunia Optik

Berbisnis Di Dunia Optik
Sumber dari sebuah situs di internet, Departemen Perindustrian berusaha menumbuhkan perkembangan industri optik nasional agar dapat menguasai pasar nasional karena sekitar 80 juta penduduk atau sekitar 40% jumlah penduduk di Indonesia harus menggunakan kacamata.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa dunia industri optik memberikan banyak peluang bagus untuk dibisniskan. Apalagi keuntungan dari setiap frame kacamata konon sangat menggiurkan. Keuntungan dari harga jual kacamata berkisar dari 25 - 300 % dari harga beli. Untuk memperoleh keuntungan sebesar itu, penjual harus mengetahui produk mana yang bisa dijual dengan keuntungan 25%, 50%, 100%, dan seterusnya. Karena perbedaan karakter pembeli yang berbeda, ada pembeli yang mengerti tentang kacamata dan ada pembeli yang awam mengenai kacamata.

Memulai Usaha

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memulai jenis usaha ini, yaitu :
  • Mengetahui ilmu tentang per-optik-an (refraksi pada mata, kualitas barang, dsb). Ilmu ini penting diketahui oleh seorang pebisnis optik. Karena tanpa ilmu ini, seorang pebisnis optik tidak akan mampu membangun usahanya dengan baik. Kecuali, bila dia memiliki orang yang menguasai ilmu ini dengan baik.
  • Mempunyai alat untuk memeriksa mata (trail lens) dan beberapa buah frame. Disini juga dituntut untuk menguasai jenis barang yang berkualitas dan kurang berkualitas. Karena disamping memperhatikan modenya, orang yang membeli kacamata akan mengutamakan kualitas dari kacamata yang dibelinya.
  • Mencari distributor atau grosir kacamata yang bisa memberi harga yang pantas dan murah tetapi kualitas terjamin.
  • Menentukan strategi pemasaran. Strategi pemasaran yang bisa digunakan adalah direct selling dengan langsung membidik konsumen yang potensial, membuka toko, atau menjual optik secara online.

Hambatan Usaha

Beberapa hambatan dalam menjalankan bisnis optik antara lain :
  • Untuk pebisnis pemula, masalah umum yang dihadapi adalah kesulitan untuk mencari distributor optik yang memberikan harga kompetitif dan tetap berkualitas. Setiap optik biasanya tidak akan memberitahu dimana mereka mendapatkan barang dagangannya.  Dan disinilah kemampuan insting seorang pebisnis dibutuhkan.
  • Sulit untuk mencari sales yang mempunyai kemampuan meyakinkan orang dan luwes dalam melayani konsumen.
  • Kurangnya SDM yang mampu dan handal dalam bidang refractionist opticion, yaitu orang yang menguasai dan ahli di bidang refraksi mata. Kehadirannya di sebuah toko optik  sangat mutlak untuk menunjang bisnis ini.

Strategi Usaha

Walaupun bisnis optik memiliki potensi yang bagus untuk dijalankan, namun apabila tidak memiliki strategi yang bagus dalam pemasarannya tetap akan menuai kerugian. Beberapa strategi yang bisa dijalankan adalah :
  • Jadilah sales yang mampu meyakinkan orang dan merasa senang dengan diri dan produknya.
  • Mengikat pelanggan dengan pelayanan dan produk yang berkualitas. Selalu memberikan arahan dan petunjuk saat pelanggan akan menentukan pilihan untuk membeli kacamata agar sesuai dengan wajahnya. Misalnya, untuk wajah yang lonjong jangan menggunakan frame yang berjenis lonjong, wajah bulat jangan menggunakan frame yang bulat karena akan semakin terlihat bulat.
  • Memasang iklan di koran atau majalah.
  • Mensponsori fashion show, misalnya dengan meminjamkan kacamata untuk diperagakan. Strategi ini dinilai efektif karena audiens yang disasar jelas.
  • Direct selling dengan sosialisasi produk langsung ke instansi-instansi atau sekolah-sekolah yang sekiranya memiliki prospek bagus untuk memasarkan kacamata.
  • Menjadi sponsorship untuk kegiatan kemahasiswaan atau kemasyarakatan. Dengan mencantumkan label perusahaan di pamflet dan spanduk dalam acara mereka.

Simulasi Usaha

Modal Awal

Alat periksa mata (trail lens) Rp 1.000.000,00
Papan nama Rp 100.000,00
Lighting Rp 500.000,00
Etalase Rp 1.000.000,00
Jumlah Rp 2.600.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp2.600.000,00 - Rp1.000,00) : 4 = Rp649.750,00 per tahun atau sama dengan Rp162.437,00 per bulan.

Barang Dagangan

Frame kacamata 10 buah @ RP100.000,00 Rp 1.000.000,00

Perlengkapan

Alat tulis Rp 50.000,00
Kantong plastik Rp 50.000,00
Brosur Rp 50.000,00
Jumlah Rp 150.000,00

Perhitungan Laba/Rugi Per Bulan

Pendapatan (10 buah @ Rp300.000,00) Rp 3.000.000,00

Biaya-biaya 

Harga pokok kacamata Rp 1.000.000,00
Biaya perlengkapan Rp 150.000,00
Biaya listrik, air, & telepon Rp 100.000,00
Biaya sewa tempat Rp 500.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 162.437,00
Biaya lain-lain Rp 50.000,00
Jumlah biaya Rp 1.962.437,00
Laba bersih Rp 1.037.563,00

Sumber : 99 Bisnis Modal < Rp 10 juta


Share/Bookmark

Artikel Terkait Ide Usaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;