Kamis, 21 Maret 2013

Mindset Sukses Entrepreneur

Mindset Sukses Entrepreneur
Untuk menjadi entrepreneur yang tangguh, handal dan sukses tidaklah mudah. Membutuhkan proses perjuangan yang tidak instan. Hanya yang mampu berpikir kreatif, inovatif, dan kritis lah yang mampu berhasil dan meraih kesuksesan.

Beberapa tahun terakhir banyak bermunculan pengusaha-pengusaha baru yang dibangun oleh para pemuda yang usianya tergolong masih muda. Ini merupakan fenomena yang menggembirakan untuk pertumbuhan ekonomi negara kita. Di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan, masih ada semangat muda untuk menjadi entrepreneur ataupun pengusaha.
Namun, masih banyak para pengusaha muda dalam memulai usaha nya hanya dilandasi modal dan hardskill tanpa adanya perubahan dalam mindset atau pola pikir. Sehingga banyak yang menemui kegagalan yang mengakibatkan usahanya menjadi bangkrut.

"Kegagalan itu terjadi karena para entrepreneur muda tersebut belum mengubah pola pikirnya (mindset). Jadi untuk menjadi seorang entrepreneur, ia harus mempunyai kekuatan berpikir sebagai entrepreneurship. Orang yang belum mengubah pola pikirnya sebagai entrepreneurship, ia hanya mampu menguasai konsep dan teori saja. Hal itulah yang menyebabkan usahanya gagal," jelasTaufik Bahaudin.

Mengubah Mindset

Untuk menjadi entrepreneur atau pengusaha, memerlukan suatu keberanian. Tidak hanya berani bermimpi saja, namun juga harus berani mencoba, berani gagal, dan berani sukses. Hal ini sangat penting dimiliki oleh para entrepreneur. Selain itu juga harus optimis dengan masa depan, yakin akan kemampuan dan menjauhkan diri dari pemikiran yang negatif.

Sebagian besar orang belum menyadari bahwa membangun entrepreneurship itu dibangun darisoft competesis-nya. "Untuk menjadi entrepreneur, seseorang tak bisa hanya berpijak pada kompetensi hard skill, tapi juga pada kemampuan soft skill dan attitude yang baik. Karena yang membedakan entrepreneur dengan yang bukan entrepreneur adalah prilakunya dalam merespons lingkungan di sekitarnya," kata Taufik. Untuk mengubah pola pikir atau mindset, orang tersebut harus mempunyai keinginan dan kemampuan untuk menjadi seorang entrepreneur sesuai kebutuhannya.

Kebanyakan orang tidak pernah berpikir untuk mandiri, kreatif, kritis dan inovatif. Taufik pun mengungkapkan banyak contoh yang menunjukkan bahwa entrepreneurship berawal dari mindsetbukan dari modal yang besar. Masih ingat dengan perjuangan Bob Sadino mendirikan Kemfood dan Kemchick? Atau bagaimana Larry Page dan Sergey Brin mendirikan Google, serta perjuangan Bill Gates mendirikan Microsoft.
Faktor uang bukan yang paling utama, tetapi sikap mental dan berpikir kreatif menjadi sangat penting. ?Oleh sebab itu,konsep entrepreneur jangan semata-mata dihubungkan dengan pedagang. Wirausaha harus diartikan sebagai sikap mental yang mampu membaca peluang dan bisa memanfaatkan peluang itu sehingga bernilai bisnis. Ini juga bisa dibangun dalam sebuah perusahaan,?imbuh Taufik.

Faktor Suku

Taufik pun menambahkan kalau saat ini masih banyak di antara yang menilai faktor keberhasilan seseorang menjadi entrepreneur karena berasal suku tertentu. Apalagi kita masih sering melihat bahwa kebanyakan orang Padang, Bugis, atau keturunan China itu lebih berhasil di bidang bisnis dibanding lainnya.

Sehingga disimpulkan, bahwa hal itu karena sifat keturunan atau atau bakat. "Pendapat yang menyatakan hanya suku tertentu saja yang mampu menjadi entrepreneur, menurut saya itu salah. Siapa pun dan dari suku apa pun sebenarnya mampu menjadi entrepreneur yang sukses," kata pria berkacamata ini. Namun Taufik mengakui, kesuksesan seseorang menjadi entrepreneurjuga dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan.

Jika seseorang sejak kecilnya berada dalam lingkungan bisnis orang tuanya atau keluarganya secara terus menerus, dia akan merekamnya dalam memori otaknya, yang selanjutnya membentuk pola berpikir dan cara perilaku. Pengetahuan bisnis secara pragmatis melalui proses pengenalan bisnis keluarga secara mendalam dan ditransformasikan ke dalam kerangka berpikirnya.

Dengan pengalaman dan pola pikir yang kuat akan mendorong orang tersebut melakukan pengembangan karakter kewirausahaan, seperti keberanian mengambil risiko, kemampuan menganalisa, komunikasi dan kepemimpinan, serta meningkatkan kesadaran dan kepekaan sosial.

"Untuk memulai sebuah wirausaha, seseorang sebaiknya melakukan tiga langkah awal yakni dengan mendaftar kemampuan atau potensi diri. Selanjutnya, orang tersebut harus mempunyai mimpi yang besar, karena dengan mimpi yang besar ia akan termotivasi untuk meraihnya. Dan yang ketiga mengembangkan potensi diri dengan mentranformasi mind-set atau pola pikir menjadi percaya diri, berorientasi kepada prestasi,berani mengambil risiko,berjiwa independen, kreatif dan inovatif serta ulet dan tekun," tandas Taufik.

Dengan adanya transformasi karakter tersebut diharapkan dapat seseorang yang memiliki jiwa, karakter dan sikap wirausaha yang cerdas dan tangguh.Sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan orang memiliki budaya entrepreneur (culture of entrepreneurship) dan budaya keunggulan (culture ofexcellence) di Indonesia.

Sumber : Okezone



Share/Bookmark

Artikel Terkait Wirausaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;