Kamis, 21 Maret 2013

Broker Franchise (Waralaba)

Broker Franchise (Waralaba)
Dalam beberapa tahun terakhir bisnis franchise (waralaba) terus mengalami peningkatan. Minat orang terhadap bisnis ini juga membawa berkah bagi para broker atau agen pemasaran franchise (waralaba). Tak heran jika bisnis broker franchise semakin banyak yang meminati. Biasanya, selain bisnis franchise seorang broker juga memasarkan bisnis dengan skema kemitraan atau business opportunity (BO). Salah satu pemain broker franchise adalah Sidik Rizal yang berasal dari Jakarta.

Ia telah terjun ke bisnis ini sejak tahun 2008. Sebelum menjadi broker franchise, ia bekerja sebagai seorang desain grafis di perusahaan biro periklanan. Namun, karena tidak suka menjadi karyawan, ia memutuskan untuk keluar dan membuat usaha sendiri.

Awalnya, Sidik fokus menawarkan keahliannya membuat website ke sejumlah pelaku bisnis. Kebetulan, banyak kliennya yang menawarkan kerjasama franchise (waralaba) dan kemitraan.

Sejak saat itu, bisnisnya berkembang dari sekedar membuat website menjadi broker franchise.

Sebagai seorang broker, Sidik akan memoles bisnis kliennya agar menarik untuk ditawarkan kepada para investor. Secara teknis, banyak hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki citra bisnis kliennya agar dapat dijual.

Biaya yang dipungut sebagai broker franchise sangat bervariatif. Untuk usaha kecil yang mengusung konsep booth, Sidik biasanya memungut biaya antara Rp 5 juta - Rp 15 juta.  Sedangkan biaya untuk bisnis menengah keatas sekitar puluhan juta hingga ratusan juta.

Diluar itu, Sidik juga mendapat komisi dari setiap investor yang bergabung sebagai mitra franchise (waralaba). Besaran komisinya 5 persen - 10 persen dari nilai paket investasi. Dari usaha ini, Sidik bisa mengantongi omzet hingga Rp 100 juta per bulan.

Sumber : Kontan

Share/Bookmark

Artikel Terkait Ide Usaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;