Kamis, 21 Maret 2013

Beternak Ikan Lele

Ikan Lele
Lele merupakan salah satu ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini dapat kita lihat dengan makin banyak nya penjual/warung makan yang menyajikan ikan lele sebagai menu nya seperti warung pecel lele, dan warung lamongan di malam hari.

Dengan banyaknya konsumsi masyarakat akan ikan lele tentunya juga akan menciptakan banyaknya permintaan akan ikan lele. Hal ini tentunya menjadi peluang usaha bagi anda yang ingin beternak ikan lele.
Peluang usaha beternak ikan lele dapat dilakukan melalui beternak ikan lele untuk tujuan pembibitan dan beternak ikan lele untuk tujuan konsumsi. Beternak ikan lele untuk pembibitan merupakan upaya untuk pemenuhan bibit yang terus meningkat seiring permintaan beternak lele untuk konsumsi.  Beternak ikan lele untuk konsumsi  merupakan upaya untuk pemenuhan ikan lele yang siap untuk panen dan dikonsumsi. Ikan lele yang siap dikonsumsi biasanya berumur 2-3 bulan.

Dalam beternak ikan lele media yang digunakan bukan lah hal yang utama, baik yang menggunakan terpal maupun beton. Yang lebih utama adalah kualitas air, indukan/benih, dan pakan.

Kualitas Air

Pengaturan kualitas air adalah hal yang sangat penting dalam beternak ikan lele. Kondisi air harus selalu terjaga kebersihannya karena syarat air yang berkualitas baik bisa dilihat dari tingkat kebersihannya, berwarna hijau cerah, serta memiliki transparansi antara 30-40cm.

Indukan Atau Benih

Beternak ikan lele baik untuk tujuan pembibitan maupun konsumsi, kita harus memiliki indukan ataupun benih ikan lele yang berkualitas unggul. Untuk ciri - ciri dari indukan unggul terlihat dari fisik indukan itu sendiri. Diantaranya untuk indukan jantan harus memiliki warna yang lebih gelap, alat kelamin yang runcing, dan perut yang ramping. Sedangkan untuk indukan betina yang unggul bisa dilihat dari warna badan yang lebih cerah, bentuk kelamin yang bulat, perut yang mengembang besar serta memiliki gerakan tubuh yang lamban.

Pakan

Untuk pakan yang utama sebaiknya menggunakan pakan pabrik ( pellet ) dengan kandungan protein lebih dari 32% dan dapat diberi pakan tambahan seperti bangkai ayam, usus, telur yang gagal tetas dengan terlebih dahulu dibakar atau direbus.


Share/Bookmark

Artikel Terkait Ide Usaha

0 comments:

Posting Komentar

 
;